Terwujudnya Madrasah yang unggul dalam prestasi berdasarkan akhlak mulia berbasis pondok pesantren yang maju dan mandiri di kab. Tasikmalaya pada tahun 2010.
Kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS saat ini telah mengalami pergantian. Kepengurusan ini lahir dari sidang umum Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) yang secara resmi mengangkat dan melantik Solahuddin Majid sebagai Ketuanya.
Sebelumnya, mari kita lihat untuk mengingat kembali apa itu OSIS ?. Menurut Wikipedia OSIS (kepanjangannya adalah Organisasi Siswa Intra Sekolah) adalah suatu organisasi yang berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk menjadi pengurus OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing seorang guru yang dipilih oleh pihak sekolah.
Anggota OSIS adalah seluruh siswa yang berada pada satu sekolah tempat OSIS itu berada. Seluruh anggota OSIS berhak untuk memilih calonnya untuk kemudian menjadi pengurus OSIS.
Nah, semoga OSIS MTs Mu’awanah dapat menjalankan amanahnya dengan baik. Berikut struktur kepengurusan OSIS periode 2009/2010 tersebut :
Ketua OSIS : Solahuddin Majid
Wakil Ketua I: Muhammad Iqbal Reza
Wakil Ketua II : Eka Fauziah Anwar
Sekertaris : Fatma Zainabi
Wakil Sekertaris I : Siti Robiatus Sadiyah
Wakil Sekertaris II : Noni Nurazizah
Bendahara : Atin Suryarin
Wakil Bendahara : Feby Ihsani
Sie.Ketakwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa : Asep Juzan Muhaddab
Sie.Kehidupan Berbangsa dan Bernegara : Aji Imam Taopik
Sie.Pendahuluan Bela Negara : Opi Sopiatun Munawaroh
Sie.Kepribadian dan Budi Pekerti Luhur : Abud Sihabudin
Sie.Berorganisasi PendidikanPolitik dan Kepemimpinan : Lala Siti Komala Zulqoidah
Sie.Ketrampilan dan Kewiraswastaan : Jejen Nurjamil
Sie.kesegaran Jasmani dan Daya Kreasi : Isman Nurjamil
Sie.Persepsi,Apresiasi,dan Daya Kreasi : Nina Dahliatul Mardiyah
Sekolah berbasis pendidikan Islam atau madrasah bukan anak tiri pendidikan. Oleh karena itu, Wakil Presiden, Jusuf Kalla mengatakan guru madrasah harus lebih arif dan memberi contoh teladan. Tanggung jawab guru madrasah sama dengan guru umum.
”Jangan merasa rendah diri dibandingkan guru umum,” kata Kalla, dalam Pembukaan Silaturahmi Nasional Persatuan Guru Madrasah Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat 14 Oktober 2008.
Kalla mengatakan (Baca Selanjutnya…)
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.
—