Nabi Musa hidup di kerajaan fir`aun, cerita kisahnya begitu panjang mengenai kehidupan Nabi Musa, Singkatnya Nabi Musa hidup dimasa Fir`aun yang mana Fir`aun tidak mau mengakui Tuhan Alloh SWT. bahkan dia sendiri mau mengakui sebagai Tuhan, tapi bagi Nabi Musa meskipun sejak kecil bersama-sama Fir`aun, aqidah Nabi Musa tak tergoyahkan karena selamanya dibimbing dengan wahyu Alloh SWT. didalam mengajak umatnya Nabi Musa selalu dihalang-halangi oleh Fir`aun bahkan yang akhirnya banyak umatnya yang kembali kepada kekufuran, dan Nabi Musa mempunyai pikiran merasa kekhawatiran mengenai umatnya. Akhirnya sedang begitu bingung turunlah wahyu Alloh SWT. Supaya hijrah dari mesir melalui lautan merah, bukan beliau tiada sabar menghadapi umatnya, tetapi karena sudah mencapai kemadaratan dikhawatirkan umatnya habis / lenyap, seperti halnya hijrah Rosululloh karena beliau akan menghadapi ancaman yang begitu kejam dari umatnya sampai-sampai beliau akan dicincang alias dimutilasi, Beliau khawatir, akhirnya Alloh menyuruh untuk Hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Nah begitupun Nabi Musa. diterangkan dalam surat Thoha ayat 71-96. Beliau bingung untuk menyeberangi lautan yang mana tidak ada satupun kendaraan yang bisa mengantarkan Beliau untuk menyeberang.

Fir'aun
Alloh SWT menyuruh Beliau supaya memukulkan tongkatnya keatas permukaan laut. Dengan kekuasaan Alloh SWTterbelahlah air laut itu dan terbentanglah jalan untuk menyebrang. Nabi Musa bersama umatnya menyeberangi jalan itu dan Fir`aun pun bersama pasukannya mengikutinya, sesampainya rombongan Nabi Musa dipinggir pantai, akhirnya jalan penyeberangan sementara itu menyatu lagi akhirnya Fir`aun beserta pasukannya lenyap tak satupun yang selamat. Namun, jasad Fir`aun yang sudah tak berdaya diselamatkan Alloh SWT. dan sampai sekarang mayatnya ada di Mesir. Tiada lain diselamatkannya jasad Fir`aun sebagai contoh bahwa manusia tiada yang kekal sekalipun Fir`aun yang semasa hidupnya tak pernah sakit.
Sesampainya ditempat yang selamat Nabi Musa ingat bahwa Beliau harus menuju Gurun Sinai untuk menerima wahyu, ditemui Malaikatr Jibril sambi menunggangi kuda dan umatnya ditinggalkan dibelakang. Sesampainya ditempat tujuan itu Nabi Musaditegur oleh Alloh SWT. mengenai umatnya yang masih dibelakang, dan Nabi Musapun minta maaf kepada Alloh SWT. atas kelalaiannya. Tak salah dugaan yang dikhawatirkan itu terjadi umat-umat itu banyak kembalikepada kekafiran oleh Musa Samirie.
Ceritanya Musa Samiri semasa kecil hidup bersama Malaikat Jibril diantaranya mengetahui bahwa tanah bekas injakan sepatu kudanya Malaikat Jibril kalau diambil bisa bersuara. Nah oleh Musa Samiri dijadikan kesempatan kelalaian Nabi Musa terhadap umatnya itu, diambilnya segenggam tanah bekas injakan sepatu kuda Malaikat Jibril itu, kemudian dilempar kedalam emas yang sedang dibuat patung sapi. Akhirnya, patung sapi itu aneh dan bersuara dan akhirnya umat-umat Nabi Musa yang tertinggalkan itu disesatkan oleh sapi yang dibuat Musa Samiri. Wallohu`alam.
Insya Alloh dilanjutkan pada minggu-minggu berkutnya semoga bermanfaat.
—————————————————————————————————
Hari : Rabu, 22 Januari 2009
Penceramah : Drs. H. M. Syakur Chudlori.
Penjelasan dari surat Thoha ayat 77-91.
No related posts.
No related posts.





1 Comment to 'Penjelasan Surat Thoha ayat 77-91'
12 February 2009
Kenapa kok mesti di awetkan padahal kan firaun itu adalah suatu sosok manusia yang sangat kejam/tidak memgakui adanya Allah SWT
Berikan komentar